Jumat, 08 Oktober 2010

Adrilsyah Adnan

Nama : Adrilsyah Adnan
Jenis Usaha : Clothing
Merek Usaha : Warning, 74, Magma, Camo

Lokasi Usaha : Bandung, Jakarta, Surabaya,
Jogjakarta, Purwakarta
Mulai Usaha : 1997
Usaha lainnya : Pemasok bahan clothing


Bekerja keras untuk mencapai sesuatu yang diinginkan memang jadi sebuah keharusan. Apalagi ketika memulai usaha baru. Tentu, tak bisa berleha-leha untuk mengerjakannya karena harus memenuhi target yang diinginkan. Hal itulah yang dilakukan Adrilsyah Adnan saat memulai karirnya menjadi pengusaha.


Adril adalah seorang perantau yang berasal dari Bukit Tinggi. Ia telah menyelesaikan kuliahnya di bandung pada tahun 1997. Untuk menyambung hidupnya, ia harus untuk menecari cara untuk mendapatkan uang. Ia memulainya dengan menjadi brooker sweater rajut di Bandung untuk di jual ke Jakarta. Dari Ibu Kota, ia datang ke kembali dengan membawa topi untuk di pasarkan di Bandung. Walaupun untung yang ia dapatkan sedikit, usaha ini tetap ia tekuni selama beberapa bulan

Bisnis yang berawal dari kebutuhan itu pun berkembang jadi usaha menguntungkan. Itu bermula dari Adril yang menemukan celah baru di dunia bisnis. Penjualan topi pun tak mengandalkan lagi produk asal Jakarta. Sedikit demi sedikit, ia membangun konveksi yang khusus membuat topi.Setelah cukup berkembang, ia memberanikan diri membuka usahanya dalam bentuk toko di kawasan Parahyangan Plaza. Toko topi dengan merek dagang Warning ini pun cukup laku. Darisana ia pun mulai mengembangkan sayapnya dengan membuka produk baru. Di tahun 2000 ia pun jadi pelopor bisnis pakaian distro di kawasan Parahyangan Plaza.

Adril pun mulai dengan membuat produk berupa kaos, tas, hingga apparel distro lainnya. Ia pun tak hanya membuka tokonya di Bandung. Untuk memperluas jaringan usahanya, Adril membuka clothingnya di beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Jogjakarta serta Purwakarta.

Usahanya berjalan dengan lancar. Sekarang ia membuat clothing dengan merek baru yaitu 74 yang diambil dari tahun kelahirannya. Warning pun berpindah tempat, dan toko yang ada di Parahyangan dijadikan clothing 74. Ia kembali membuka merek baru yaitu Magma dan Camo. Sebetulnya, semua merek milik Adril itu bergerak di bidang yang sama. Cuma, ia pintar memanfaatkan segmentasi pasar yang terbagi jadi beberapa macam.

Saat ini, ia juga jadi pemasok bahan untuk beberapa distro di Bandung. Awalnya memang ia belanja hanya untuk keperluan clothingnya. Tapi, karena ada permintaan dari rekanan bisnisnya, Adril pun memulai usaha barunya untuk menjual bahan. Sekarang, adril yang awalnya mondar mandir Bandung Jakarta untuk mencari tambahan kebutuhan hidup sudah tinggal menikmati hasilnya. Malah, ia pun ikut membuka peluang kerja baru dengan puluhan karyawan serta vendornya

http://www.nuansahati.co.cc/2010/02/profil-pengusaha-sukses-adrilsyah-adnan.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar